Peran ini membuat Indonesia ikut menyusun rekomendasi bagi negara-negara pihak BWC. Fokusnya antara lain memperkuat regulasi nasional, membangun kapasitas, dan memberikan dukungan teknis.
“Implementasi nasional Konvensi Senjata Biologi adalah proses berkelanjutan yang harus disesuaikan dengan konteks tiap negara. Tidak ada satu model yang cocok untuk semua. Namun, kerja sama internasional akan memperkuat keamanan global,” kata Dubes Achsanul Habib.
Mencapai konsensus
Seperti biasa, perdebatan antarnegara tidak mudah. Namun pertemuan ini ditutup dengan adopsi laporan prosedural secara konsensus. Langkah kecil ini menjadi penting karena menunjukkan adanya titik temu di tengah perbedaan pandangan.
Hasilnya akan menjadi pijakan menuju pertemuan selanjutnya pada Desember 2025 dan Konferensi Peninjauan BWC di 2027.
Diplomasi untuk perdamaian
Bagi Indonesia, partisipasi aktif ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif. Di satu sisi, Indonesia ikut memperkuat pertahanan nasional. Di sisi lain, Indonesia berkontribusi menjaga perdamaian dunia.
Langkah ini juga konsisten dengan Asta Cita Presiden, terutama tentang ketahanan nasional dan diplomasi untuk perdamaian.