Hans Pols, seorang peneliti yang mempelajari tentang etnopsikiatri, menjelaskan tentang usaha etnopsikiatri dalam kaitannya dengan kesehatan jiwa dan perubahan kebudayaan dari masyarakat yang beragam. Juga penanganan gangguan jiwa di rumah sakit kolonial Hindia Belanda.
Hoogeveen, seorang komandan polisi perkebunan (cultuur politie) Belanda, berusaha mencegah “amok”, yang mengakibatkan dirinya terluka.
Manuel L. Saint Martin, psikiater dari Los Angeles Amerika Serikat, membagi motif “amok” menjadi dua kategori, yaitu yang disebabkan depresi atau sedih karena kehilangan. Juga yang berhubungan dengan kemarahan, perasaan dihina atau dendam.
Jadi jelas, pemerintah toxic akan memicu rakyat juga menjadi toxic. Kini saatnya untuk memutuskan siklus rantai toxic ini. Caranya, rakyat yang sehat mentalnya harus memilih pemerintah yang juga sehat jiwanya.
*Kepada keluarga Pak Abay di Makassar, saya turut menghaturkan duka cita untuk korban, sebuah kehilangan yang semestinya tak perlu terjadi.
Semoga tragedi berdarah kemarin menjadi tonggak untuk Indonesia yang lebih sehat fisik, mental, spiritual dan finansialnya.***
*)Pemimpin Redaksi Warta Eropa
Foto headline: Pagi di Jakarta dari Jendela Dapurku, 2008. (Rieska Wulandari)