Acara juga dimeriahkan oleh lagu-lagu rohani yang dibawakan oleh berbagai persekutuan doa Indonesia di Swiss, termasuk PERKI Swiss dan Persekutuan Doa Agape.
Claudia Santoso

Puncak acara ditutup dengan penampilan istimewa Claudia Santoso, penyanyi remaja Indonesia yang menjuarai The Voice of Germany tahun 2019.
Hadirin pun larut dalam suasana haru, sukacita, dan bangga.
Penampilan tersebut semakin mempererat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia, sekaligus menunjukkan potensi dan prestasi anak bangsa di kancah internasional.
Perayaan Natal Bersama ini juga menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai tantangan global yang tengah dihadapi dunia.
Dalam situasi internasional yang diwarnai konflik, krisis kemanusiaan, serta kerusakan lingkungan, masyarakat Indonesia di Swiss dan Liechtenstein diajak untuk terus menumbuhkan kepekaan sosial, solidaritas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas global.
Nilai kasih yang dirayakan dalam Natal diharapkan menjadi landasan moral dalam memperkuat kepedulian terhadap sesama tanpa sekat perbedaan.
Galang donasi

Dalam perayaan Natal tahun ini, selain mendoakan para korban bencana alam di Indonesia, panitia juga membuka penggalangan dana melalui kotak donasi yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Tanah Air.
“Semangat kebersamaan sangat nyata dalam peringatan Natal ini, terbukti dari kerja keras dan kerja sama luar biasa dari para panitia, juga para hadirin yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama,” ungkap Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern.
Dengan semangat kasih dan kebersamaan, perayaan natal bersama masyarakat Indonesia di Swiss 2025 menjadi momentum untuk memperkokoh persaudaraan lintas iman, meneguhkan solidaritas kemanusiaan.
Selain itu, untuk mendorong kontribusi nyata diaspora bagi bangsa dan negara.
Momentum ini juga diharapkan menjadi langkah optimis menyongsong tahun 2026, yang menandai 75 tahun hubungan Indonesia–Swiss, dengan komitmen untuk terus menghadirkan Indonesia yang damai, toleran dan berbudaya di manapun berada.
Sumber: Siaran Pers KBRI Bern

