“Kami bersukacita mendukung Tina, membantu menyusun strategi kerangka berpikir dan kerangka penulisan,” tambah Rieska.

Sementara itu, Harry Martawijaya, co-owner IP Arrania, mewujudkan gambaran kisah dan alur yang diberikan Tina dalam bentuk teks serta sejumlah material visual.
“Kepercayaan dari profesor dan sivitas akademika dalam menjalankan penelitian ini sungguh membuat kami bersemangat mewujudkan kolaborasi yang menyenangkan,” ujar Harry.
Bagi tim Arrania, menyaksikan, mengalami, dan terlibat dalam proses ini merupakan sebuah kehormatan.
“Inilah yang kami harapkan ketika menciptakan sebuah karya: mendorong rasa ingin tahu dan keinginan untuk mengenal Indonesia, negara yang secara jarak dan ikatan emosional cukup jauh dari Italia,” tutur Rieska.
Tina mengaku bahagia atas pencapaiannya. “Saya ingin melanjutkan pendidikan bahasa Indonesia ke jenjang magister,” ujarnya.
“Bagi kami, jika harus membantu mahasiswa lain dari mana pun, kami tentu tidak akan mundur,” pungkas Harry.***
Gambar headline: Karakter Arrania Edia memberi selamat kepada Tina. (Vidaya Pro)

