Ketika Otak dan Otot Berpadu: Keajaiban Eileen Gu di Olimpiade Milan–Cortina

Penulis: Rieska Wulandari *)

Milan, Wartaeropa.com — Lahir di Amerika Serikat dan memiliki dwi kewarganegaraan, namun dia memilih mewakili Tiongkok di panggung olah raga dunia.

Dialah Eileen Gu, atlet ski gaya bebas yang tampil spektakuler di Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026.

Perempuan berdarah Amerika–Tionghoa itu memborong tiga medali emas dan tiga medali perak, menjadikannya salah satu atlet paling bersinar di ajang tersebut.

Prestasinya mendobrak mitos lama bahwa atlet hanya mengandalkan kekuatan fisik. Gu menunjukkan bahwa ketajaman intelektual dan kekuatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari kemenangan.

Fasih berbahasa Inggris dan Mandarin, Gu memukau para jurnalis dalam konferensi pers di Livigno, Italia.

Jawaban-jawabannya bukan sekadar cepat dan komprehensif, tetapi juga reflektif dan inspiratif.

Seorang jurnalis bahkan melontarkan pertanyaan yang tak biasa: “Apakah Anda berpikir sebelum berbicara?”

Pertanyaan itu bukan bernada sinis, melainkan bentuk kekaguman si jurnalis. Ia terkesan karena Gu mampu menjawab isu apa pun, mulai dari geopolitik, olah raga, hingga aerodinamika, dengan lugas dan mendalam.

Pertanyaan lengkapnya berbunyi:
“Ini bukan pertanyaan yang tidak sopan. Karena Anda menjawab dengan sangat cepat dan komprehensif, baik tentang geopolitik, olahraga Anda, atau aerodinamika. Bisakah Anda mengajak kami melihat isi pikiran Anda?”

Sebagai mahasiswa di universitas prestisius Stanford University, Gu menjawab dengan tenang:
“Anda bisa mengendalikan apa yang Anda pikirkan. Maksudnya, Anda bisa mengendalikan bagaimana Anda berpikir dan karena itu, Anda bisa mengendalikan siapa diri Anda, terutama sebagai orang muda seperti saya yang berusia dua puluh dua tahun. Dengan neuroplastisitas di pihak saya, saya benar-benar bisa menjadi persis seperti yang saya inginkan.”

Jawaban itu melampaui ekspektasi banyak orang dan langsung mendapat sambutan antusias, baik dari pers Barat maupun Timur.

Di Tiongkok, ia semakin dipandang sebagai simbol kebangkitan generasi muda yang memahami kekuatan tubuh sekaligus potensi otak manusia.

Neuroplastisitas dan Mental Juara

Eileen Gu in action. (Foto: Ist)

Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk mengatur ulang struktur, fungsi, dan koneksi sarafnya sepanjang hayat sebagai respons terhadap pembelajaran, pengalaman, bahkan cedera.

Proses ini memungkinkan manusia membentuk koneksi sinaptik baru, beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, serta pulih dari kerusakan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *