Penulis: Rieska Wulandari *)
Milan, Wartaeropa.com – Ribuan aktivis gerakan “Non Una Di Meno” memadati pusat kota Milan, pada Minggu 8 Maret 2026. Mereka menggelar aksi transfeminis untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.
Sambil mengusung slogan “Disarmiamo il Patriarcato” (melucuti patriarki), para aktivis menegaskan bahwa patriarki bukan sekadar perilaku individu, melainkan sebuah sistem yang “bersenjata” melalui berbagai bentuk kekerasan—fisik, psikologis, ekonomi, hingga institusional.
Istilah disarmiamo atau “melucuti senjata” digunakan untuk menekankan pentingnya menghapus struktur kekuasaan yang dianggap melanggengkan kekerasan terhadap perempuan.

Dalam narasi gerakan ini, budaya militerisme dan perang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kekerasan berbasis gender.
Bagi mereka, logika dominasi yang memicu perang adalah logika yang sama dengan yang menindas tubuh dan hak-hak perempuan.
Dalam aksi tersebut, banyak dari demonstran yang mengusung bendera Palestina, sebagai bentuk protes terhadap konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.


