Sejumlah spanduk dari berbagai afiliasi—mulai dari organisasi perempuan bernafaskan feminisme hingga kelompok kiri—membawa pesan yang menuntut diakhirinya kekerasan gender, patriarki, dan perang.
Aksi massa ini menyebabkan penutupan sejumlah ruas jalan serta pengalihan arus lalu lintas di kawasan Piazza Duca d’Aosta hingga Piazza Fontana.
Secara harfiah, “Non Una Di Meno” yang dalam bahasa Inggris berarti “Not one [woman] less” mengandung makna bahwa tidak boleh ada lagi perempuan yang menjadi korban pembunuhan berbasis gender (femicide) maupun kekerasan.

Nama dan slogan tersebut merupakan bagian dari gerakan feminis akar rumput internasional yang menentang kekerasan berbasis gender dan patriarki.
Gerakan ini berakar dari Amerika Latin melalui slogan “Ni Una Menos” yang pertama kali muncul di Argentina, sebelum kemudian menyebar ke Italia dan berbagai negara lainnya.
Di Italia, Non Una Di Meno dikenal aktif menggelar mogok kerja, demonstrasi, serta kampanye publik untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan mendesak tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual serta pembunuhan perempuan.
*)Jurnalis terakreditasi di Milan.

