Dari Sofa Bekas hingga Kapal Induk: Pelajaran Buang Sampah dari Italia

Sementara suami sibuk menelpon teman-teman yang bisa membantu mengangkut ranjang karena mau digergaji, saya juga menelepon teman-teman. Barangkali ada yang berminat menerima barang lungsuran.

Setelah menunggu dua hari, ada tetangga asal Afrika yang merespon tawaran saya dan bersedia mengangkut sendiri.

Eng ing eng.. masalah terpecahkan. Lega sekali karena masalah sofa bed, betul-betul bikin stres. Kalau tak ada yang bersedia menampung, saya harus membayar mahal untuk biaya pembuangan sampahnya.

Kapal Induk “Garibaldi”

Pengalaman ini jadi mengingatkan saya tentang hibah kapal induk Garibaldi untuk Indonesia, yang saat ini ramai dibahas di Italia.

Senator Mario Turco dari Movimento 5 Stelle mengklaim bahwa kapal ini bisa menarik wisatawan kalau dijadikan museum apung di Taranto.

Sebelumnya, pada 2022 muncul spekulasi untuk digunakan sebagai kapal museum di Genoa.

Pernah juga diajukan usul proyek SIMONA atau Sistem Orbit Angkatan Laut yang merupakan bagian dari Rencana Penelitian Militer Nasional, sebagai platform untuk menempatkan satelit nano atau mikro ke orbit rendah untuk keperluan militer dan sipil.

Namun untuk merealisasikan proyek ini, dananya juga besar sebab harus memodifikasi besar-besaran.

Pada akhirnya, kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dibangun Fincantieri dan menjadi andalan Angkatan Laut Italia selama 30 tahun (telah bertugas sejak tahun 1985), akan menuju perairan Indonesia pada tahun ini.

Semua biaya menjadi tanggungan Italia, alias gratis. Luar biasa.

Hibah Alutsista

Selain Indonesia, negara lain yang juga mendapat hibah alat utama sistem pertahanan (alutisita) yang tidak terpakai adalah Somalia, Moldavia dan Nigeria.

Negara-negara itu mendapat hibah kendaraan multi peran, ratusan perisai (segi empat dan bundar) serta helm masker. Semuanya dengan merk bergengsi.

Apakah karena Italia negara mode yang taat mengikut trend, sehingga perhelatan militer pun disesuaikan dengan trend yang sedang ‘in’ atau ada alasan lainnya?

Tahun 2025, biaya untuk pemeliharaan kapal Garibaldi diperkirakan mencapai 5 juta euro (setara dengan Rp97.615.171.320).

Biaya ini untuk listrik, layanan pengawasan, keamanan, dan aktivitas minimum yang diperlukan untuk menjamin kelayakan operasional (kapal tetap berfungsi aktif), walau telah berstatus pensiun.

Kalaupun dilakukan demolizione (pembongkaran lambung), akan dibutuhkan waktu minimal 2 tahunan dengan dana bongkar 18,7 juta euro. Dan sampai saat ini belum ada operator ekonomi yang mengajukan penawaran sah untuk akuisisi pembongkaran kapal.

Sama halnya dengan tata cara membuang sampah ke ecocentro, barang harus dalam keadaan terpilah menurut material masing-masing. Buangnya pun bayar.

Mungkin dua pemikiran terakhir di atas menjadi alasan mengapa Italia menghibahkan kapal bersejarahnya untuk Indonesia. Ini adalah soal buang sampah yang membutuhkan biaya mahal.

Mudah-mudahan TNI AL memanfaatkan kapal hibah ini dengan sangat baik, sehingga bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

Jangan sampai kapal hibah yang diterima gratis, tetapi harganya dibuat jadi melambung, bahkan melebihi harga kapal baru, karena banyak dana fiktif yang diajukan untuk modifikasi dan sebagainya.

Misi berhasil!

Beberapa hari setelah menghibahkan sofa bed, saya menghubungi penerima barang dan menawarkan kalau-kalau butuh bantuan untuk merakit ranjang yang sudah dipilah-pilah.

Namun terdengar jawaban singkat, “Grazie. Tutto a posto.” (Terima kasih. Semuanya baik-baik saja).
Dari suaranya, bisa disimpulkan bahwa mereka senang dan puas. Saya pun sangat lega dan bahagia karena bisa menghibahkan barang yang bermanfaat buat orang lain.

Selain itu, saya juga tidak perlu mengorek isi dompet untuk membayar biaya pengangkutan untuk masuk ke ecocentro.

Suami hanya berbisik, “missione compiuta”. Sama halnya dengan kapal Giuseppe Garibaldi yang akan hibah ke Indonesia, saya yakin mereka yang menjalankan misi ini akan bergumam, “missione compiuta” (misi berhasil)!***

*)Diaspora Indonesia, tinggal di Provinsi Treviso

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *