Bern, WartaEropa.com – Suasana hangat menyelimuti perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan KBRI Bern di Mattenhofsaal, Gümligen, Bern. Ratusan warga Muslim Indonesia dari berbagai kota di Swiss dan Liechtenstein berkumpul mengikuti Salat Idul Fitri berjamaah yang dilanjutkan dengan Halal bi Halal, Jumat (20/3/2026).
Dengan penuh kekhidmatan, gema takbir berkumandang saling bersahutan, menandai datangnya 1 Syawal di negeri Alpen. Momen ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara diaspora Indonesia.

Dalam khutbahnya, Imam sekaligus Khatib Salat Idul Fitri, Desrial Anwar, mengajak umat untuk saling memaafkan serta menumbuhkan sikap tawadhu di hadapan Allah SWT. Ia juga menekankan pentingnya menjauhi sikap merendahkan orang lain dan membersihkan hati dari kesombongan. Idul Fitri, menurutnya, merupakan momentum untuk kembali suci dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Usai pelaksanaan salat, acara dilanjutkan dengan Halal bi Halal yang turut dihadiri Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga keharmonisan dan semangat kekeluargaan di perantauan.

Menurutnya, Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan perayaan keagamaan lain seperti Nyepi dan Paskah. Hal ini, kata dia, semakin memperkaya nilai toleransi dan memperkuat semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Saya mengapresiasi semangat persatuan masyarakat Indonesia di Bern. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerukunan. Apalagi berdekatan dengan Nyepi dan Paskah, yang mengingatkan kita akan pentingnya saling menghormati dalam keberagaman,” ujar Dubes RI Ngurah Swajaya.

