Perayaan tersebut dihadiri warga Indonesia dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, pekerja profesional, hingga mereka yang telah lama menetap di Swiss. Keceriaan tampak dari wajah para peserta yang saling bersalaman dan bermaafan, merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur.

Suasana semakin semarak dengan sajian khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, serta aneka kue tradisional. Hidangan tersebut menghadirkan nuansa kampung halaman di tengah udara musim semi Swiss.
Di sela-sela acara, para diaspora juga saling berbagi cerita tentang kehidupan di perantauan, sekaligus mengabadikan kebersamaan melalui foto dan video.
Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menyampaikan bahwa semangat gotong royong sangat terasa dalam penyelenggaraan acara tersebut. Ia menuturkan, persiapan hingga penyajian hidangan turut melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk lintas agama.
Meski jauh dari tanah air, kebersamaan yang terjalin menghadirkan kehangatan layaknya di kampung halaman. Perayaan Idul Fitri di Bern kembali membuktikan bahwa semangat Lebaran tetap hidup di mana pun masyarakat Indonesia berada, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa di perantauan.
KBRI Bern, 20 Maret 2026

