Nilai tersebut diangkat Senatore dalam karya seni partisipatifnya sebagai medium untuk membangun komunitas, mendorong inklusi, serta menghadirkan perubahan sosial.

“Kami mendefinisikan ulang kepemimpinan, dari sekadar perantara kekuasaan menjadi pembimbing dan pemberdaya. Ini juga menjadi pengingat agar kita menjadi wadah bagi perubahan positif dan dukungan bagi mereka yang rentan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokakarya kreatif yang digagasnya berfokus pada kegiatan menulis, bercerita, dan gerak, yang melibatkan keluarga penerima manfaat dari program The Human Safety Net serta mitra organisasi non-pemerintah.

Berbagai kontribusi peserta—mulai dari gagasan, narasi, hingga suara—menjadi fondasi utama proyek ini. Seluruh elemen tersebut kemudian diwujudkan dalam karya seni luminaria, yakni instalasi cahaya khas karya Senatore, yang akan dipamerkan di studio seni The Human Safety Net di kawasan Piazza San Marco, pada Mei mendatang.

Pameran ini dirancang sebagai pengalaman interaktif bagi pengunjung, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Generali dalam memanfaatkan seni sebagai “bahasa universal” untuk mendorong percakapan global mengenai isu kerentanan dan inklusi sosial.

Karya luminaria tersebut diharapkan menjadi “monumen bagi martabat kolektif”. Dalam pameran, instalasi ini akan dipajang berdampingan dengan enam permadani sulaman tangan karya Chanakya School of Craft dari Mumbai, yang juga mengangkat kisah-kisah keluarga peserta program.

Sebagai bagian dari jaringan global yang sama, Generali Indonesia turut mendukung misi The Human Safety Net dalam mengembangkan potensi manusia.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) bertajuk Rencanakan & Tanam, yaitu inisiatif penanaman satu pohon bakau untuk setiap polis asuransi yang diterbitkan, sebagai kontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.***

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *