Sebelum Ada Bunda Maria, Larantuka Sudah Punya Tanu Wujo

Penulis: Rieska Wulandari

“Tuan Ma, Maria dari Timur”: Menelusuri Jejak Matrilineal dan Transformasi Spiritual di Larantuka dalam Pameran Foto Terkini Feri Latief.

SEBUAH pameran fotografi luar biasa mengungkap “benang merah” yang menghubungkan kepercayaan purba suku Lamaholot dengan devosi kepada Bunda Maria di ujung timur Flores.

Melalui lensa fotografer, pameran bertajuk “Tuan Ma, Maria dari Timur” ini memotret evolusi spiritualitas yang telah bertahan selama lebih dari lima abad.

Jauh sebelum misionaris Portugis mendarat pada abad ke-16, masyarakat Lamaholot telah menghidupi paham matrilineal yang menempatkan sosok perempuan sebagai pusat kehidupan.

Kuratorial pameran menjelaskan bahwa sosok Tanu Wujo (atau Tonu Wujo) adalah Ibu Agung yang dipuja sebagai pemberi hidup, kesuburan, dan perdamaian dalam kosmologi setempat.

Ketika sebuah patung kayu perempuan terdampar di pantai Larantuka sekitar tahun 1510, masyarakat tidak menganggapnya sebagai benda asing.

Alih-alih menolaknya, mereka membawa patung tersebut ke dalam Korke (rumah adat) dan menyambutnya sebagai perwujudan nyata dari Tanu Wujo.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *