Harmoni Nusantara di Paris: Ketika Gamelan dan Tari Menyatukan Dua Dunia

Sementara itu, 10 penari dari Asosiasi Sekar Jagad Indonesia menghadirkan keindahan tari Sekar Gendot, Tari Baris, hingga Legong Mahawidya.

Yang membuat pertunjukan ini terasa istimewa adalah kebersamaan yang nyata di atas panggung.

Para musisi Indonesia dan Prancis tidak hanya memainkan alat musik bersama, tetapi juga menyanyikan tembang secara kolektif.

Dalam setiap nada dan gerak, terasa adanya dialog—tanpa kata, namun penuh makna.

“Pertunjukan ini bukan sekadar presentasi artistik, melainkan puncak dari proses pembelajaran dan kolaborasi,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, dalam sambutannya.

Baginya, seni menjadi bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan dan mempererat hubungan antarbangsa.

Hal senada disampaikan oleh Graça Dos Santos, Wakil Presiden Bidang Budaya, Kehidupan Mahasiswa, dan Outreach Université Paris Nanterre.

Ia melihat bagaimana gamelan tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupi di lingkungan kampus.

“Budaya harus dijaga dan diwariskan. Di sini, gamelan menjadi bagian dari proses itu,” ungkap Dos Santos.

Sementara itu, Christophe Moure—seniman wayang dan gamelan asal Prancis sekaligus pendiri Asosiasi Pantcha Indra—menyebut gamelan sebagai medium dialog yang unik.
“Gamelan adalah musik kolektif. Ia mengajarkan kita untuk mendengar satu sama lain, untuk selaras,” katanya. Dari situlah, persahabatan tumbuh.

Antusiasme penonton malam itu menjadi bukti bahwa budaya Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di kancah internasional.

Lebih dari itu, pertunjukan ini menunjukkan bahwa seni mampu melampaui batas geografis dan bahasa.

Di tengah dunia yang kerap dipenuhi sekat, denting gamelan dari panggung kecil di Paris justru menghadirkan ruang pertemuan.

Sebuah ruang di mana Indonesia dan Prancis tidak hanya saling mengenal, tetapi juga saling merasakan.

Dan ketika nada terakhir menghilang, yang tersisa bukan hanya tepuk tangan—melainkan kesan mendalam tentang bagaimana harmoni dapat menyatukan dua dunia.***

Sumber: Siaran Pers KBRI Paris

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *