Indonesia Suarakan Dunia Bebas Senjata Biologi di Jenewa

Jenewa, WartaEropa.com — Indonesia kembali mengambil peran aktif di panggung internasional. Kali ini, dalam Pertemuan Working Group on Strengthening the Biological Weapons Convention (BWC) yang digelar di Markas Besar PBB, Jenewa, 11–22 Agustus 2025.

Selama dua pekan, perwakilan dari hampir 190 negara berkumpul membahas bagaimana mencegah senjata biologi disalahgunakan. Isu ini penting, karena di era teknologi maju, penelitian yang seharusnya bermanfaat bisa saja diselewengkan untuk tujuan berbahaya.

Kenapa BWC penting?

Konvensi Senjata Biologi atau BWC sudah berlaku sejak 1975. Intinya, konvensi ini melarang pengembangan, produksi, dan penimbunan senjata biologi. Namun, hingga kini masih ada kelemahan besar: belum ada mekanisme kerja sama internasional yang kuat dan belum ada sistem verifikasi kepatuhan antarnegara.

Di tengah pesatnya perkembangan sains, celah ini membuat dunia tetap berisiko. Karena itu, penguatan BWC menjadi semakin mendesak.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) PTRI Jenewa, Duta Besar Achsanul Habib (kanan). (Foto: PTRI Jenewa)

Peran Indonesia

Delegasi Indonesia, dipimpin Kuasa Usaha ad Interim PTRI Jenewa, Duta Besar Achsanul Habib, tidak sekadar hadir. Indonesia dipercaya sebagai fasilitator untuk isu implementasi nasional.

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *