Bern, Wartaeropa.com – Mengulang kesuksesan penyelenggaraan Asia Pacific Film Festival (APFF) perdana pada 2025, Kedutaan Besar dari 10 negara Asia Pasifik kembali menggelar APFF 2026 di Ibu Kota Swiss, Bern.
Film Indonesia SORE: Istri dari Masa Depan terpilih sebagai film pembuka (kick-off) festival yang digelar pada Senin 9 Februari itu.
Sebanyak 330 penonton memadati Quinnie Cinema, yang mayoritas merupakan warga lokal Swiss dan pecinta Indonesia.
Penyelenggaraan acara ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bern serta Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang turut mengantarkan film SORE ke publik Swiss.
Pembukaan APFF 2026 diawali dengan sambutan Wali Kota Bern Marieke Kruit. Ia menegaskan bahwa APFF merupakan sarana strategis untuk menjembatani pemahaman antarbudaya antara masyarakat negara-negara Asia Pasifik dan Swiss.
Film bahasa universal

Menurut Wali Kota Kruit, film adalah bahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, tradisi, dan kebangsaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya, sekaligus secara resmi membuka APFF 2026.
“APFF merupakan wadah bermakna untuk memperkuat saling pengertian, solidaritas, dan rasa hormat antarbangsa. Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium refleksi yang membawa nilai kemanusiaan serta shared values yang dapat dipahami dan dirasakan bersama,” ujar Dubes Ngurah.
Penyelenggaraan APFF 2026 bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss yang mengusung tema Trust, Innovation, Partnership.
“Selama lebih dari tujuh dekade, Indonesia dan Swiss telah membangun hubungan kokoh yang berlandaskan saling percaya, inovasi, dan kemitraan dengan nilai-nilai bersama,” lanjutnya.
Film sarana diplomasi budaya

Ia menambahkan bahwa pertukaran budaya melalui seni dan film merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat, melampaui diplomasi formal, sekaligus menjadi jembatan persahabatan yang terus hidup dan relevan.

