Penulis: Rieska Wulandari

Haloeropa.com – Sebanyak 1,6 muslim di Italia kembali bisa berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Fitri (shalat ied), setelah larangan berkumpul/berkelompok akibat pandemi dicabut pada 31 Maret lalu.

Shalat ied dilakukan di halaman terbuka KBRI Roma. (Rieska Wulandari)

Warga Indonesia muslim yang tinggal di Roma dan sekitarnya, Senin (2/5/22), melaksanakan shalat ied di halaman kantor KBRI Roma. Pelaksanaan shalat ied ini dilakukan di tempat terbuka sebagai upaya preventif mencegah penularan virus COVID-19.

Shalat ied diimami oleh Kolonel Aminuddin Albek, Atase Pertahanan KBRI Roma. Sedangkan khutbah ied disampaikan oleh Danang Waskito, Atase Informasi, Sosial dan Budaya KBRI Roma.

Dalam khutbahnya, Danang mengatakan bahwa pandemi memberi pelajaran tentang pentingnya empati dan solidaritas atas nama kemanusiaan.

Pandemi memberi pelajaran tentang pentingnya berempati. (Rieska Wulandari)

Halal bihalal di ruang terbuka

Sementara itu, di Milan para diaspora Indonesia yang datang dari berbagai kota di Italia, berkumpul untuk berhalal bihalal di taman Sempione, dalam suasana penuh keakraban.

Dalam acara itu, disajikan beragam cemilan dan makanan lebaran khas Indonesia, seperti rengginang, kerupuk, bakwan, tahu goreng, lontong, opor, ayam goring, rendang.

Selain itu, juga kue lapis legit, gemblong, kue lumpur, nastar, dan es campur. Semua makanan dan minuman khas Indonesia itu sedikit mengobati rasa rindu Tanah Air para peserta.

Sajian kuliner khas Indonesia mengobati rindu Tanah Air. (Rieska Wulandari)

Komentar para diaspora

Annie Cuomo, salah seorang diaspora, mengatakan, tahun lalu ia dan keluarganya merayakan lebaran di Afrika. Sedangkan tahun ini di Italia.

“Sangat menyenangkan, sebab saya termasuk panitia yang mengundang teman-teman, dan mereka dengan antusias mau ikut serta. Saya membawa kue nastar dan rendang. Sedangkan teman-teman membawa bekalnya masing-masing,” tutur Annie kepada Haloeropa.com.

Para diaspora berhalal bihalal di taman kota Milan. (Rieska Wulandari)

Lyn, diaspora Filipina di Italia mengatakan, ia tinggal di Italia selama 4 tahun, sedangkan di Indonesia 6 tahun. Ini baginya merupakan kesempatan untuk bertemu dengan teman-temannya yang muslim.

“Ya, saya suka rendang. Rendang dan nasi. Bagi saya Indonesia sudah seperti rumah kedua saya,” kata Lyn sambil tersenyum.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini ada kebebasan untuk berkumpul. (Rieska Wulandari)

Sementara itu, Win Poderi, diaspora Indonesia, pada acara halal bihalal itu membawa lontong sayur. Baginya, kehadirannya di acara ini mengingatkannya pada acara halal bihalal di kampung halamannya.

“Setiap tahun berbeda-beda. Namun beda tahun lalu dan tahun ini, tahun lalu berlaku pembatasan ketat akibat pandemic COVID-19. Jadinya kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sedangkan sekarang lebih longgar,” ujarnya.

Sedangkan Alexa, diaspora Indonesia, mengatakan, sekarang ini terasa berbeda, sebab tahun ini ia bisa bertemu langsung dengan teman-temannya. “Jadi, saya sangat gembira,” ucapnya.

Editor: Tian Arief

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *