Penulis: Rieska Wulandari

Wartaeropa.com – Liburan musim dingin atau “liburan putih” di Italia sudah menjelang. Asosiasi perhotelan Italia, Federalberghi, memperkirakan, tak kurang dari 12 juta warga Italia melakukan liburan musim dingin, yang dimulai pada 8 Desember ini.

Hujan salju yang turun tahun ini justru menguntungkan dunia pariwisata Negeri Pizza itu. Mengapa demikian?

Survei Federalberghi dengan dukungan teknis dari Acs Institute Marketing Solutions menyebutkan, hujan salju pada tahun ini justru memberi keuntungan bagi Pariwisata Italia. Pasalnya, sebanyak 94,1 persen responden memilih destinasi di dalam negeri. Angka ini lebih tinggi dari 2021 yaitu sebanyak 92,3% .

Survei yang dilakukan antara 23 dan 28 November 2022 pada lebih dari 3 ribu sampel itu menunjukkan, omzet yang akan diraih sebesar 4,14 miliar euro dengan pengeluaran rata-rata per kapita sebesar 435 euro. Wow!

Survei menunjukkan, sebanyak 94,1 persen orang Italia memilih destinasi liburan putih di dalam negeri. Bandingkan dengan angka tahun lalu sebanyak 92,3% . (Foto: Rieska Wulandari)

 

Liburan ke luar negeri

Survei Federalberghi  juga mengungkapkan, sebanyak 5,9% wisatawan memutuskan untuk berwisata ke luar negeri. Angka ini lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 7,7%.

Lalu ke mana saja warga yang ingin tetap liburan di Italia? Survey menyebutkan, mereka akan memilih pegunungan (28,5%), wisata seni (27,8%), dan resor tepi pantai (13,1%). Kemudian di danau (5,3%), dan resor spa (air hangat) sekitar 5%.

Destinasi mereka yang berliburan ke luar negeri adalah ibu kota utama Eropa (76,5%). (Foto: Rieska Wulandari)

 

Destinasi mereka yang liburan ke luar negeri adalah ibu kota utama Eropa (76,5%). Sebanyak 81,3% dari mereka yang diwawancarai menyatakan bahwa keputusan mereka untuk tetap di Italia, dipengaruhi oleh inflasi dan tagihan yang tinggi.79,8% kasus yang merupakan buah dari konflik di Ukraina.

Relaksasi menjadi alasan yang mendorong mayoritas masyarakat Italia (63,1%) untuk berlibur di long weekend ini. Di urutan kedua, (29,1%) adalah keinginan untuk berkumpul dengan keluarga, diikuti oleh keinginan untuk bersenang-senang (22,7%).

Survei juga memperlihatkan jenis akomodasi yang dipilih warga yaitu rumah kerabat atau teman 33,4%, hotel dan desa wisata 28,9%, tempat tidur & sarapan 14,4%, rumah milik sendiri 9,2%, rumah pertanian 3,6%, dan short– apartemen sewa berjangka 2,2% . Lama menginap rata-rata adalah 3,5 malam. []

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *