Gelar “Sir” Harry Darsono Tak Terdaftar di Arsip Inggris

Penulis: Trigo

London, Wartaeropa.com – Perancang Adibusana kenamaan Indonesia, Harry Darsono, mendapatkan gelar “Sir” dari Ratu  Inggris Elizabeth II pada 1996. Gelar “Sir” itu diberikan Ratu atas kontribusinya di bidang sosial edukatif melalui seni, musik, psikologi dan pendidikan.

Gelar “Sir” itu terpasang di depan namanya pada profil Instagram @museumharrydarsono, yang dituliskan sebagai Sir Dr. Harry Darsono, PhD. Selain itu, juga di situs 7 Big Grand Glam Harry Darsono Museums (museummuseumharrydarsono.id),  pada sub judul “Haute Couture”, dituliskan pula nama Sir Harry Darsono.

Museum Pribadi Harry Darsono yang berlokasi di kawasan Cilandak Jakarta itu menyimpan koleksi berbagai karya Harry Darsono sejak 1970 hingga kini. Karya-karya itu terdiri dari Adibusana, art to wear, kostum panggung kontemporer, tapestry, lukisan berukuran besar di atas sutra, desain-desain perhiasan, desain trofi, tenun ikat, sulaman dekoratif dan kontemporer, serta novelty fabrics untuk interior, dan adibusana yang terbuat dari sutra halus.

Pria kelahiran Mojokerto pada 15 Maret 1952 itu menempuh pendidikan di Paris Academy of Fashion, kemudian Fashion Marchandising & Clothing Technology di London College of Fashion, Inggris pada1972, dan juga Psychology di Christchurch College, Oxford, Inggris, hingga meraih gelar Ph.D di  bidang Humanistic Philosophy.

Harry Darsono, yang peduli pada anak-anak berkebutuhan khusus, juga disebut-sebut dekat dengan lingkaran keluarga Kerajaan Inggris, terutama Putri Diana (Lady Diana atau Lady Di). Mereka pertama bertemu pada akhir 1970-an, sewaktu Putri Diana masih bernama Diana Spencer.

Diana Spencer kemudian menikah dengan Pangeran Charles, pewaris tahta Kerajaan Inggris, dan Harry lah yang membuat gaun suteranya dengan inspirasi Wayang Jawa.

Tak ada nama Sir Harry Darsono di Arsip Inggris

Berdasarkan penelusuran Warta Eropa, ternyata gelar Sir Harry Darsono tidak tercatat di The London Gazette, satu-satunya lembaga arsip umum resmi Inggris yang berusia 350 tahun.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *