Kini Dokter Lulusan Jerman Tak Lagi Ribet Kerja di Indonesia

Penulis: Miranti Hirschmann

Berlin, Wartaeropa.com – Dokter spesialis lulusan Jerman dan telah bekerja di Jerman kini tidak perlu khawatir lagi mendapat hambatan saat akan bekerja di Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Asosiasi Dokter Jerman (Bpenn state store fsu jersey valigie bric’s offerta adidas originals falcon shoe women s casual den hut audio processor behringer samle kødhakker til vaniljekranse zara utility vest Bonnets saint honore thrasher póló olcsón chaussures compensées fermées réveil bluetooth enceinte Switzerland siemens indbygning opvaskemaskine felpa pordenone calcio faldas largas veraniegas undesaerztekammer) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bidang Kedokteran, di Berlin, Jerman, 7 November lalu.

Selama ini, dokter dokter spesialis asal Indonesia yang menuntut ilmu dan bekerja di Jerman, saat ingin pulang ke Tanah Air, selama ini menemui sejumlah rintangan, terutama saat akan bekerja sebagai dokter di Indonesia.

Rintangan tersebut salah satunya adalah verifikasi dokumen dan penyetaraan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia.

Logo Asosiasi Dokter Jerman (Bundesaerztekammer).

Penyetaraan dokumen dokter spesialis

Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat mempercepat proses penyetaraan dokumen para dokter spesialis asal Indonesia lulusan Jerman.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia WHO, saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga dokter. Sejauh ini, Indonesia baru memiliki 101.476 dokter dan masih membutuhkan sekitar 172.508 dokter untuk melayani kesehatan sekitar 273 juta penduduk Indonesia.

Sedangkan di Jerman diperkirakan ada sekitar 500 dokter asal Indonesia yang bekerja di berbagai rumah sakit, klinik, praktik dan perusahaan.

Dengan dukungan Kedutaan Besar RI di Berlin Jerman, Nota Kesepahaman ini berhasil disepakati dan ditandatangani kedua pihak.

Kementerian Kesehatan RI, diwakili Dirjen Tenaga Kesehatan drg. Arianti Anaya, sedangkan dari Asosiasi Dokter Jerman diwakili Presiden Bundesaerztekammer, Dr. Klaus Reinhardt.

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno beserta sejumlah pengurus IASI Jerman ikut hadir dan menyaksikan penandatanganan tersebut.

Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya menekankan bahwa Nota Kesepahaman itu berisi kerja sama yang dilakukan Kemenkes dan Asosiasi Dokter Jerman, guna meningkatkan kapasitas tenaga dokter yang akan ke Jerman untuk belajar juga mengambil program fellowship.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *