Penulis: Jacqueline Vandayantie

Amsterdam, Wartaeropa.com – Puluhan pengunjung tampak menikmati ratusan objek tentang Indonesia, mulai dari masa Majapahit hingga masa kini, pada pameran sejarah Indonesia: De Grote Indonesië Tentoonstelling alias Pameran Indonesia Raya, di De Nieuwe Kerk, Dam Square, Amsterdam, Belanda.

Objek-objek itu -jumlahnya lebih dari 300 objek- terdiri dari artefak (benda peninggalan sejarah), foto dan film, dokumen bersejarah, wayang, tekstil khas Nusantara, perhiasan dan lukisan.

Pengunjung tampak puas menyaksikan sejarah Indonesia dari masa ke masa, mulai dari zaman kerajaan Majapahit, pemerintahan kolonial Belanda, masa revolusi fisik dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, era Soekarno, era Soeharto, hingga masa kini.

Para pengunjung menikmati sejarah Indonesia yang tidak tertulis di buku-buku pelajaran. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

Seperti ditunjukkan empat sekawan Danny, Ron, Tjwan dan Chandra. Mereka sengaja datang ke pameran itu karena rasa ingin tahu mereka tentang sejarah orang tua mereka.

“Saya memang lahir di Jakarta, tapi pada usia setahun sudah menetap di Belanda karena orang tua saya bekerja di Belanda,” kata Danny kepada Kabarbelanda.com.

Ia merasa senang bisa mengetahui tentang sejarah Indonesia, yang menurutnya, lengkap disajikan dalam pameran itu.

“Saya kira yang datang ke pameran hanya orang Indonesia saja, namun ternyata banyak juga orang Belanda yang tertarik untuk mengetahui sejarah kita,” ungkap Tjwan, yang tinggal di Belanda sejak tahun 1970-an.

Betapa tidak, sejarah Indonesia tidak terlepas dari masa kolonial Belanda. Masa dimana saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Hindia Belanda adalah sebuah daerah pendudukan Belanda yang wilayahnya saat ini bernama Republik Indonesia.

Istimewa

Ron, Danny, Chandra dan Tjwan berkunjung ke pameran untuk lebih mengenal Indonesia. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

Kendati pameran tentang Indonesia sering ditampilkan di Eropa, termasuk Belanda, namun pameran ini terasa istimewa. Pasalnya, pameran di gereja tua yang dibangun pada abad ke-15 itu memberikan gambaran lengkap tentang sejarah Indonesia.

Pameran yang digelar sejak 21 Oktober 2023 itu dapat dinikmati hingga 1 April 2024.

Keragaman budaya

Wayang kulit, wayang golek dan topeng cirebon turut dipamerkan. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

Pameran ini menggambarkan keragaman budaya Nusantara selama berabad-abad, yang membuat masyarakat Belanda lebih memahami sejarah Indonesia yang tidak ditemukan di buku-buku pelajaran sekolah.

Koleksi yang dipamerkan berasal dari koleksi museum atau koleksi pribadi dari Indonesia maupun Belanda.

Termasuk beberapa koleksi dari Museum Nasional Indonesia, Museum Affandi, Arsip Nasional dan Museum Nasional Belanda.

Pameran diawali dengan pengenalan alam dan keanekaragaman budaya Indonesia. Termasuk tantangannya, seperti polusi dan deforestasi hutan.

Di bagian lain, mengisahkan tentang kerajaan di Nusantara, perdagangan di masa lalu, dinasti kerajaan, dan agama kuno serta kepercayaan asli Nusantara, seperti ritual kematian dan pemujaan terhadap leluhur.

Sejarah kolonial Belanda di Nusantara

Periode Perang Kemerdekaan: senjata pejuang, pamflet, dan foto-foto bersejarah. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

Ada pula narasi tentang Perang Dunia Kedua, masa Revolusi di Indonesia, serta perlawanan rakyat Nusantara terhadap dominasi Belanda.

Dimulai dari abad ke-16 ketika pedagang Belanda pertama kali melakukan perjalanan ke Nusantara di bawah bendera VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

VOC didirikan pada 1602 oleh pemerintah Kerajaan Belanda dengan tujuan menguasai dan memperdagangkan rempah-rempah yang berlimpah di wilayah Asia Tenggara, terutama Nusantara.

Dikisahkan pula tentang VOC (di Indonesia disebut Kumpeni) yang berusaha memperluas daerah kekuasaannya dengan kekerasan dan perbudakan.

Bukan hanya itu. Panitia juga mengorganisir malam khusus dengan saksi mata atau anggota keluarga dengan latar belakang yang beragam. Mereka bertestimoni mengenai masa pendudukan Jepang.

Tema terakhir yang dipamerkan adalah gambaran Indonesia pada masa kini, dimana generasi mudanya mengharapkan masa depan Indonesia yang lebih baik, maju, modern dan terpandang di mata dunia.

Jika anda tertarik dengan sejarah Indonesia, tiket bisa dibeli di tempat pameran, seharga €22,50 untuk dewasa dan €12.50 untuk pelajar.

Atau bisa memesannya lewat website Nieuwe Kerk, sekaligus memilih hari dan jam yang tersedia.***

Sumber: Kabar Belanda

Foto Headline: Pameran Indonesia Raya di Gereja De Niewe Kerk, Amsterdam. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *