Penulis: Rieska Wulandari

Wartaeropa.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asosiasi Jurnalis Asing di Italia menggelar acara “Jamuan Makan Malam Bersama Koresponden” dengan Perdana Menteri Italia.

Jamuan makan malam ini dilakukan di Villa Aurelia, Roma, Italia, pada Selasa (12/7/22). Villa Aurelia adalah villa cantik berusia lebih dari 3 abad.

Makan malam di ruang terbuka Villa Aurelia, sebuah villa berusia 3 abad di Roma Italia.

Tradisi makan malam dengan pemimpin negara ini akan berlangsung setiap tahun, seperti sudah dilakukan Asosiasi Jurnalis Asing di Amerika Serikat (AS) dengan Presiden AS.

Asosiasi Jurnalis Asing di Italia lahir di Roma, pada 12 Februari 1912, pukul 9.30 pagi, di sebuah kafe di Roma.

Anggota Asosiasi Jurnalis Asing di Italia sedang melakukan liputan.

Pada 1925, Milan juga mendirikan “Stampa Estera Milano”. Ini menjadikan Italia sebagai satu-satunya negara di dunia yang memiliki dua markas Asosiasi Jurnalis Asing. Sedangkan Asosiasi Jurnalis Asing di negara lain hanya satu, dan berada di Ibu Kota.

Presiden Stampa Estera Roma, Esma Çakir, mengatakan, Stampa Estera in Italia total memiliki 450 rekan jurnalis yang berasal dari 50 negara. Mereka bekerja dan melaporkan tentang Italia ke seluruh penjuru dunia.

Stampa Estera Milano berpose seusai makan jamuan makan malam. Warta Eropa termasuk anggotanya.

 

PM Draghi: Italia Masih Kuat

Dalam pidatonya, yang dibuka dengan humor tentang staf bank dan donor jantung, Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan bahwa Italia dalam kondisi yang kuat, meski sedang menghadapi situasi yang berat. Ia mencontohkan, situasi berat itu berupa perang (Ukraina), kenaikan harga bahan bakar dan inflasi.

Di depan para jurnalis, PM Draghi menyatakan Italia dalam kondisi yang kuat, kendati mengalami situasi yang berat.

Selain itu, menurutnya, Italia sudah mampu mengurangi ketergantungan energi pada Rusia dengan mengurangi impor gas dari Rusia, pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 45%, menjadi hanya 25% pada tahun ini.

Ia menegaskan, perundingan berlangsung baik dan suplai meningkat. Menurutnya, ini tak lain merupakan buah dari keputusan strategis yang diambil Italia di masa awal perang.

Italia sudah mengurangi ketergantungan energi pada Rusia.

“Italia sudah tidak boleh lagi tergantung secara geopolitik dan strategis seperti posisi Italia saat awal perang terjadi. Itu adalah hal yang harus diubah untuk selamanya dan tidak dapat diterima, “ujarnya, menutup pidatonya. []

Keterangan: Foto-foto oleh Riccardo de Luca, Christiano Micchiello, dan Pablo Esparza.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *