Wartaeropa.com – Sebanyak satu lusin pesepeda asal Indonesia menyemarakkan Hamburg Cyclassics di Jerman, Minggu (21/8/22). Mereka adalah para diaspora Indonesia di Jerman yang tergabung dalam Adler Nusantara. Adler berarti Garuda, dalam bahasa Jerman.

Kegiatan ini dilangsungkan dalam suasana perayaan HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI sekaligus peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman.

Para anggota berlatih secara rutin di wilayah tempat tinggal masing-masing sebelum berlomba. Lomba ini sekaligus menjadi ajang silaturahim dengan sesama diaspora Indonesia penggemar olah raga bersepeda.

Edy Kusdiyanto berhasil mencapai garis finish di urutan ke-650 dari 3340 peserta. Catatan waktu yang berhasil diraihnya 1 jam 36 menit. (Foto: Dok KBRI Berlin)

 

Peserta tercepat dari tim Adler Nusantara adalah Edy Kusdiyanto. Ia berhasil mencapai garis finish di urutan ke-650 dari 3340 peserta. Jarak yang berhasil ditempuhnya 60 kilometer dalam waktu 1 jam 36 menit, dengan kecepatan rata-rata 36,07 km/jam.

Catatan waktu Edy hanya terpaut 19 menit dari juara pertama untuk kategori 60 kilometer, yakni Stefan Brechler dari Jerman. Brechler menyelesaikan balapan dalam waktu 1 jam 17 menit. Sementara itu, staf KBRI Berlin lainnya mencatat kecepatan rata-rata 30 km/jam.

Hamburg Cyclassics yang juga dikenal sebagai BEMER Cyclassics adalah lomba bersepeda profesional dan amatir, yang digelar setiap tahun selama satu hari di Hamburg dan sekitarnya.

Kendati rutenya bervariasi dari tahun ke tahun, jarak untuk rute profesional selalu 220 kilometer dengan etape yang paling menantang di sekitar bukit Waseberg di Blankenese. Kegiatan tahun ini adalah Hamburg Cyclassics yang ke-25.

Bagian penting dari Hamburg Cyclassics adalah pertandingan yang dikenal dengan istilah “Jedermannrennen” (“Everyone’s Race“).

Pertandingan untuk pesepeda amatir ini diadakan pada hari yang sama dan di jalan yang sama dengan balapan profesional. Rute ini bahkan sama dengan rute yang digunakan untuk lomba bergengsi Tour de France. Para pesepeda amatir dapat memilih untuk berpartisipasi dalam balapan sejauh 60 km, 100 km, atau 160 km.

Pada tahun ini, jumlah peserta dibatasi sebanyak 15.000 orang, dan tiket partisipasi harus dipesan beberapa bulan sebelumnya. Mayoritas peserta berasal dari Jerman maupun Eropa Barat.

Dalam kaitan ini, Tim Adler Nusantara merupakan satu-satunya kelompok pesepeda dari Asia Tenggara, dan dengan bangga merepresentasikan dunia bersepeda yang semakin berkembang di Indonesia.

Balapan sepeda profesional dimulai segera setelah para pesepeda amatir mencapai garis finish. Balapan profesional ini dimenangkan oleh Marco Haller, pesepeda asal Austria, yang berhasil menempuh jarak 220 km dalam waktu 4 jam 37 menit dan 23 detik.

Editor: Tian Arief

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *