Permadani Dinding Bayeux, Keindahan Warisan Raja William The Conqueror

Penulis: Sita Phulpin

Wartaeropa.com – Surat kabar terkemuka Amerika Serikat, The New York Times, menyebut salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi di dunia adalah Normandia, bagian barat laut Prancis. Provinsi yang menyimpan banyak tempat indah tersebut masuk dalam daftar tempat wisata favorit turis Amerika.

Hal tersebut tak mengherankan mengingat Pantai Normandia menjadi kunci kemenangan Tentara Sekutu melawan Nazi dalam Perang Dunia Kedua. Pantainya menjadi tempat pendaratan tentara sekutu secara besar-besaran.

Di sana ada komplek pemakaman para tentara Amerika yang tertata rapi. Banyak orang Amerika berziarah memberi penghormatan pada para prajurit Amerika yang gugur di medan laga.

Tak hanya sejarah kontemporer, Normandia menjadi pusaran sejarah Prancis sejak jaman abad pertengahan.

Salah satu kota yang sarat dengan sejarah adalah Bayeux. Kota kecil di Calvados tersebut menyimpan sebuah karya seni yang sangat mengesankan. Sehelai permadani dinding berbahan linen putih sulaman tangan dari abad ke-11. Diperkirakan permadani-dinding tersebut dibuat antara 1066-1068.

Kota Bayeux. (Foto: Sita Phulpin)

Hingga kini belum diketahui secara persis siapa pemesannya, pun para penyulamnya. Yang jelas karya seni sepanjang sekitar 70 meter dan lebar 50 cm itu pada zamannya berfungsi sebagai media pemberitaan, mungkin juga propaganda.

Melalui 57 sekuel sulaman tangan tersebut, rakyat Normandia yang pada masa itu rata-rata masih buta huruf mengetahui perjalanan kejayaan pimpinannya, Duc de Normandie, Guillaume le Batard atau William the Bastard, William Si Anak Jadah.

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *