Fokus arsitektural showroom —tangga utama— tampil berani dengan balutan faux fur berwarna aubergine yang mewah.
Sementara itu, ruang pencahayaan disulap menjadi kanvas kuning Zucca, menghadirkan karya dari desainer legendaris seperti Charles Eames dan Ray Eames, hingga kreator kontemporer seperti Neri & Hu, Angelo Mangiarotti, dan Linde Freya Tangelder.
Di bawah kubah ikonik, Cassina menghadirkan instalasi “Tanpa Waktu”. Enam furnitur paling emblematik ditampilkan dalam satu palet seragam —velvet warna olio.
Keseragaman ini menjadi pernyataan kuat bahwa karya para maestro tetap relevan dan visioner lintas generasi.

Seabad Maestro dan Ekspansi Karakter
Melalui pendekatan The Cassina Perspective, tahun ini Cassina menampilkan spektrum desain yang eklektik lewat kontribusi nama-nama besar, seperti Chiara Andreatti, Formafantasma, Gaetano Pesce, hingga Philippe Starck.
Sorotan utama jatuh pada perayaan 100 tahun dua maestro desain Gianfranco Frattini, dengan pembaruan finishing pada meja ikonik 780/783, dan Verner Panton, melalui kehadiran teatrikal Peacock Chair dalam lini Karakter x Cassina.
Lini Karakter x Cassina juga tampil menonjol lewat perpaduan meja AB Dining karya Aldo Bakker dengan kursi CH66 rancangan Nicos Zographos.
Oase Luar Ruang dan Kolaborasi Gaya Hidup
Di lantai satu, teras showroom diubah menjadi oase melalui Koleksi Outdoor 2026 —sebuah ruang jeda yang menawarkan ketenangan di tengah dinamika Milan Design Week.
Menutup rangkaian inovasi, Cassina mengumumkan kolaborasi lintas industri dengan Persol.
Kolaborasi ini menyatukan nilai warisan (heritage) dan semangat avant-garde (avanguardia), menghasilkan ekspresi gaya yang menjembatani masa lalu dan masa kini melalui keahlian tangan tingkat tinggi.***

