Hari Kartini di Belahan Utara: Belajar Sejarah dan Serap Spirit Kartini

Stockholm, Wartaeropa.comPeringatan Hari Kartini di Malmö, Swedia, bukan sekadar ajang selebrasi budaya, melainkan dikemas sebagai ruang edukasi yang menggali spirit Kartini melalui pembacaan surat-suratnya, dan memperkenalkan sejarah perjuangan emansipasi perempuan Indonesia kepada diaspora dan masyarakat lokal.

Diaspora Indonesia di Swedia Selatan (Scania), tepatnya di kota Malmö, merayakan Hari Kartini 2026 dengan pendekatan berbeda.

Tak sekadar seremoni, peringatan ini dikemas sebagai ruang edukatif yang mengajak peserta menggali spirit Kartini melalui surat-suratnya, sekaligus belajar sejarah perjuangan emansipasi perempuan Indonesia.

Menggali spirit Kartini melalui surat-suratnya, sekaligus belajar sejarah perjuangan emansipasi perempuan. (Foto: Dok Bagusföreningen)

Acara yang digelar The Swedish Indonesia Bagus Association (Bagusföreningen) ini mengusung tagline “Embrace the world through women’s empowerment and equality“.

Ini menjadi perayaan Hari Kartini pertama yang digelar secara offline oleh organisasi nirlaba tersebut. Sebelumnya, kegiatan ini dilakukan melalui seminar online.

Kegiatan berlangsung di gedung Studiefrämjandet, lembaga pendidikan yang selama ini mendukung aktivitas Bagusföreningen, dengan menyediakan fasilitas secara gratis.

Tarian tradisional Nusantara turut menyemarakkan acara. (Foto: Dok Bagusföreningen)

Diaspora Indonesia dari berbagai kota di Swedia tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, yang ditutup dengan tarian Maumere dan Poco-Poco bersama.

Berbagai kegiatan interaktif dihadirkan, mulai dari kuis lagu dan pengetahuan tentang Kartini, tarian tradisional, penampilan solo dan paduan suara oleh mahasiswa anggota Bagusföreningen dan PPI Scania, hingga fashion show busana daerah.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *