Pada edisi 2026 ini, kontribusi Garin Nugroho menjadi sorotan utama.

Selain Siapa Dia, ia juga menghadirkan film Whisper in the Dabbas, menegaskan perannya sebagai salah satu maestro sinema Indonesia yang konsisten menembus panggung internasional.
Film Siapa Dia dinilai dewan juri sebagai karya yang melampaui batas genre—sebuah musikal lintas generasi yang sekaligus menjadi puisi visual, esai politik, dan ungkapan cinta terhadap Indonesia.
Melalui karakter Layar, seorang bintang film yang mengalami kejenuhan, Garin meramu pendekatan sinematik teatrikal dengan visual dramatis, pencahayaan kuat, serta koreografi yang menyatu dengan narasi.
Selain karya Garin, Indonesia juga menampilkan film Midnight in Bali (Razka Robby Ertanto) dan Rangga dan Cinta (Riri Riza), menunjukkan keberagaman gaya dan generasi dalam perfilman nasional.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai partisipan di AFF, tetapi juga sebagai kontributor penting dalam lanskap sinema Asia.
Melalui Indonesian Day, KBRI Roma berharap capaian ini dapat semakin mempererat hubungan budaya Indonesia–Italia sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di industri kreatif.
Sumber: Siaran Pers KBRI Roma
Foto headline: poster film Siapa Dia karya Garin Nugroho. (imdb.com)

