“Symphony of the Archipelago”: Musik Tembus Batas Negara, Wajah Indonesia Bersinar di Basel

Pemahaman antarbudaya adalah fondasi utama dalam hubungan RI-Swiss. (Foto: Dok KBRI Bern)

“Persahabatan kedua negara yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kemitraan selama lebih dari tujuh dekade, tidak cukup hanya melalui perjanjian antarpemerintah,” ujar Dubes Ngurah Swajaya.

“Musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan hati, pikiran, bahkan masa depan bersama,” ujarnya menambahkan.

Apresiasi senada diungkapkan Duta Besar Markus Leitner, Dirjen Asia Pasifik Departemen Luar Negeri Swiss, yang hadir mewakili pemerintah Konfederasi Swiss.

KBRI Bern berhasil hadirkan kehangatan melalui musik. (Foto: Dok KBRI Bern)

Leitner memuji inisiatif Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern yang berhasil menghadirkan kehangatan melalui musik.

Menurutnya, pemahaman antarbudaya dan kontak langsung antarwarga terbukti menjadi elemen esensial dalam menjaga 75 tahun persahabatan kedua bangsa.

Menyambung semangat persahabatan tersebut, konduktor Avip Priatna turut menyampaikan pesan emosionalnya dari atas panggung sebelum babak kedua dimulai.

“Kami percaya musik adalah anugerah terindah yang memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan membawa energi positif. Orkestra dan paduan suara secara khusus membawa kemampuan unik untuk menyatukan suara dan hati dalam harmoni,” ungkap Avip Priatna.

“Dalam semangat ini, musik hadir sebagai bentuk diplomasi yang halus namun sangat kuat. Kami berharap persembahan kami hari ini dapat semakin mempererat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Swiss,” pungkasnya.***

Sumber: Siaran Pers KBRI Bern

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *