Warisan Pemikiran Kartini Menggema di UNESCO Paris: Pendidikan Jadi Fondasi Emansipasi

Paris, Wartaeropa.com – Peringatan Hari Kartini di Kantor Pusat UNESCO di Paris menegaskan satu pesan utama yang tetap relevan lintas zaman, bahwa pendidikan adalah fondasi emansipasi dan kunci pembangunan masyarakat inklusif.

Gagasan inilah yang diwariskan Raden Ajeng Kartini dan kini kembali digaungkan dalam forum internasional.

Pameran Surat-surat Kartini. (Foto: Dok KBRI Paris)

Kantor Wakil Tetap Republik Indonesia (KWRI) untuk UNESCO bersama Delegasi Tetap Kerajaan Belanda untuk UNESCO, baru-baru ini menggelar acara “Kartini Letters: A Spark in the Memory of the World”.

Acara itu menghadirkan sekitar 100 delegasi dari berbagai negara, untuk melihat bahwa pemikiran Kartini tidak berhenti pada perjuangan kesetaraan, tetapi berkembang menjadi landasan pembangunan modern.

Duta Besar RI untuk UNESCO Mohamad Oemar. (Foto: Dok KBRI Paris)

Duta Besar RI untuk UNESCO Mohamad Oemar menegaskan, Kartini telah menempatkan pendidikan sebagai alat transformasi sosial.

Oemar menekankan, pemberdayaan perempuan bukan hanya soal keadilan, melainkan juga strategi untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk UNESCO Monique van Daalen. (Foto: Dok KBRI Paris)

Pandangan ini diperkuat Duta Besar Kerajaan Belanda untuk UNESCO Monique van Daalen.

Ia menilai, surat-surat Kartini mencerminkan pemikiran maju tentang pentingnya akses pendidikan bagi perempuan—isu yang hingga kini masih menjadi perhatian global.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *