Tak Wajib Prokes, Perayaan 17 Agustus di Belanda Lebih Seru

Penulis: Yuke Mayaratih

Wartaeropa.com – Perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah tak ada lagi kewajiban menerapkan protokol kesehatan (prokes), sebanyak 500 warga Indonesia di Belanda dan warga setempat turut memeriahkan pesta rakyat tahunan itu.

Warga Indonesia dari berbagai kota di Belanda antusias saat antri mengambil makanan tradisional khas Nusantara. (Foto: Jacqueline Vandayantie)

 

Acara dimulai pukul 10 pagi waktu setempat, di sekolah Indonesia Den Haag Wassenaar, Belanda. Turunnya gerimis, tak mengurangi semangat warga untuk hadir di acara yang paling dinanti-nanti warga Indonesia di perantauan itu.

Tamu undangan terpaksa dibatasi dengan cara melakukan registrasi dan  menunjukkan undangan.  “Banyak sekali warga Indonesia yang ingin datang di hari pertama upacara HUT RI kali ini,  pasca pandemi,”  kata Mayerfas, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, kepada Yuke Mayaratih dari Warta Eropa.

Tamu undangan yang mengenakan kebaya, baju adat daerah, maupun seragam upacara militer. Bangga menjadi orang Indonesia. (Foto: Yuke Mayaratih)

 

Para pegawai KBRI mengenakan pakaian adat tradisional Indonesia, termasuk duta besar sendiri. Mayerfas tahun ini mengenakan baju adat Lampung. Sedangkan para perempuan mengenakan kebaya.

Mayerfas menyebutkan, hal ini dilakukan untuk mendukung gerakan perempuan berkebaya goes to UNESCO.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *