Indonesia Manfaatkan Kepemimpinan di Badan PBB untuk Dukung Palestina

Wakil Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Duta Besar Febrian Ruddyard, sebagai Presiden  Trade Development Board  (TDB0 memimpin pertemuan TDB UNCTAD pertama pada 2024, Selasa (30/1). (Foto: PTRI Jenewa)

WartaEropa.com – Indonesia memanfaatkan kepemimpinan di UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Develoment), sebuah badan PBB yang bertanggung jawab untuk isu perdagangan dan pembangunan untuk mendukung Palestina.

Wakil Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Duta Besar Febrian Ruddyard, sebagai Presiden  Trade Development Board  (TDB) memimpin pertemuan TDB UNCTAD pertama pada 2024, Selasa (30/1). Salah satu fokus pertemuan  membahas program UNCTAD bagi rakyat Palestina.

“Tingkat kehancuran akibat operasi militer Israel sangat signifikan, membutuhkan upaya serius dan cepat dari komunitas internasional bagi perdamaian serta pendanaan dalam jumlah yang signifikan untuk memulihkan keadaan Gaza,” kata Dubes Febrian Ruddyard.

Untuk itu, Indonesia, sebagai Presiden TDB, menggarisbawahi perlunya dukungan internasional pada isu Palestina.

Pada 31 Januari 2024, UNCTAD mengeluarkan laporan khusus mengenai Palestina berjudul “Dampak Ekonomi Kehancuran Gaza, dan prospeknya untuk pemulihan Ekonomi”. Laporan UNCTAD tersebut dapat menjadi dasar bagi mobilisasi dukungan rekonstruksi bagi Palestina.

Di tengah dinamika persidangan yang menantang di tengah kondisi geopolitik saat ini, di mana beberapa negara menyatakan ketidaksetujuan terhadap kesepakatan bersama mengenai isu Palestina, Indonesia berhasil mempersatukan anggota UNCTAD.

Negara-negara anggota UNCTAD berhasil menyepakati pentingnya implementasi kesepakatan tingkat tinggi sebelumnya, yang dimuat dalam Bridgetown Convenant guna mendukung Palestina.

Hal ini mencakup komitmen dan dukungan untuk menelaah prospek ekonomi Palestina,  dampak ekonomi okupasi dan hambatan perdagangan  maupun pembangunan, serta menguatkan program bantuan bagi masyarakat Palestina.

Konsensus ini merupakan salah satu dari sedikit kesepakatan mengenai Palestina yang dapat dicapai di tingkat multilateral .

Indonesia, sebagai Presiden TDB UNCTAD, kemudian menyampaikan hal tersebut kepada pihak-pihak terkait di Markas Besar PBB Jenewa.

Dengan strategi diplomasi yang efektif, Indonesia telah menunjukkan peran kunci dalam mendorong multilateralisme, termasuk memimpin diskusi internasional mengenai isu Palestina.

Kesuksesan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung penyelesaian masalah global secara damai dan konstruktif.

Duta Besar Febrian Alphyanto Ruddyard, telah menjabat sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) untuk Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa sejak Desember 2021 dan terpilih menjadi Presiden TDB UNCTAD hingga September 2024.

(Sumber: PTRI Jenewa)

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *