Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang mengatakan, patung tersebut sebagai penghormatan atas warisan diplomasi yang ditinggalkan sang proklamator.

“Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa.

Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang. (Foto: Dok KBRI Roma)

Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia yang hadir di sini untuk terus membawa api perjuangan dan semangat yang sama, bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan selalu hadir di panggung dunia,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani, cucu Bung Karno dari Megawati.

Di hadapan diaspora Indonesia yang tinggal dan bekerja di Italia, ia mengingatkan bahwa Pancasila tetap menjadi identitas yang harus dijaga di mana pun berada.

“Pancasila adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia, di mana pun kita berada,” katanya.

Bagi generasi muda Indonesia di Italia, patung Bung Karno hadirkan inspirasi tersendiri. (Foto: Dok KBRI Roma)

Bagi generasi muda Indonesia di Italia, peresmian patung tersebut juga menghadirkan inspirasi tersendiri.

Dimas Prasetia, yang mewakili diaspora dan mahasiswa Indonesia, melihat patung Bung Karno sebagai pengingat bahwa semangat Indonesia harus terus hadir di panggung dunia.

“Tugas kami, generasi muda, adalah berani bermimpi besar untuk Indonesia di mana pun kami berada,” ujarnya.

Menariknya, karya yang kini berdiri di jantung Kota Roma itu merupakan hasil tangan anak bangsa. Patung tersebut dikerjakan oleh Gusti Dipa Art Gallery, pelaku usaha seni rupa asal Indonesia yang telah berkarya lebih dari tiga dekade dari Bantul, Yogyakarta, dan Bekasi.

Pelibatan UMKM nasional dalam proyek ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berbicara tentang hubungan antarnegara, tetapi juga tentang membawa kreativitas dan karya Indonesia ke panggung internasional.

Ketika upacara selesai dan para tamu perlahan meninggalkan lokasi, patung Bung Karno tetap berdiri di halaman Wisma Duta.

Dalam diam, ia menjadi pengingat bahwa jauh dari tanah air, di jantung Kota Roma, semangat Pancasila dan jejak diplomasi Indonesia terus hidup.

Sebuah simbol bahwa gagasan besar yang pernah dibawa Bung Karno masih menemukan gaungnya hingga hari ini, melintasi generasi dan melampaui batas-batas negara.***

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *