Momentum keretakan ini dimanfaatkan para anggota parlemen untuk menekan pemerintah agar lebih transparan serta kembali pada prinsip konstitusi Italia yang menolak perang.
“Lamaran” Satir dari Teheran
Di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada April 2026, muncul fenomena unik dalam ranah diplomasi digital: “meme diplomacy”.
Kedutaan Besar Iran di Ghana menjadi sorotan setelah mengunggah cuitan satir yang viral. Dalam unggahan tersebut, mereka seolah “melamar” Italia untuk menjadi sekutu baru, menggantikan Amerika Serikat.
Melalui konsep “curriculum vitae” (CV), Iran menawarkan diri sebagai mitra strategis, lengkap dengan sentuhan humor dan sindiran tajam.
Mereka menyebut kepemimpinan AS sebagai “Commander in Grief” dan “Powerfool”, sekaligus memuji sikap Meloni yang menolak keterlibatan dalam apa yang mereka sebut sebagai “ide perang gila”.
Tak hanya itu, Iran juga menonjolkan identitas budayanya, yakni “7.000 tahun peradaban, kecintaan pada puisi, arsitektur, dan makanan yang dimasak perlahan”, seraya menyindir bahwa proses memasak makanan Iran lebih lama dibanding rentang perhatian Presiden AS.
Antara Ironi dan Strategi
Cuitan ini segera menjadi bahan bakar baru dalam perdebatan politik di Roma. Schlein memanfaatkan momentum tersebut untuk menyoroti menurunnya martabat diplomasi Italia akibat konflik personal antara Meloni dan Trump.
Di sisi lain, kelompok sayap kiri melihat fenomena ini sebagai “angin segar”. Mereka menilai bahwa jika pihak luar saja dapat mengapresiasi sikap independen Italia, maka pemerintah seharusnya lebih berani melepaskan ketergantungan pada kebijakan militer sekutu.
Langkah Kedutaan Iran ini mencerminkan wajah baru diplomasi global —di mana persaingan tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga di ruang digital melalui kekuatan narasi, humor, dan satir.
Bagi Meloni, pujian dari Iran menjadi pedang bermata dua: di satu sisi memperkuat citra sikap damainya, namun di sisi lain menambah beban politik di hadapan sekutu NATO.
Yang jelas, parlemen Italia kini tidak hanya membahas anggaran militer, tetapi juga bagaimana merespons “lamaran diplomatik” paling provokatif tahun ini.***
*) Jurnalis Terakreditasi, Milan, Italia
Foto headline: Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni (Foto: italianismo.com.br)

