Indonesia Pimpin Peringatan 20 Tahun Dewan HAM PBB di Jenewa

Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro memimpin diskusi pada peringatan sidang pertama Dewan HAM di Jenewa, Swiss, Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: PTRI Jenewa)

Jenewa, WartaEropa.com – Indonesia memimpin peringatan 20 tahun Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa dengan mengajak komunitas internasional melakukan evaluasi kritis terhadap capaian dan tantangan lembaga tersebut selama dua dekade terakhir.

Bertepatan dengan peringatan sidang perdana Dewan HAM PBB pada 19 Juni 2006, Indonesia selaku Presiden Dewan HAM tidak hanya menggelar perayaan simbolis, tetapi juga mendorong refleksi mengenai keberhasilan yang telah dicapai, berbagai kekurangan yang masih ada, serta arah yang harus ditempuh Dewan HAM di masa depan.

Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto R. Suryodipuro, yang memimpin diskusi peringatan tersebut, menegaskan bahwa efektivitas Dewan HAM bergantung pada terbangunnya kepercayaan di antara negara anggota dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kepercayaan hanya dapat diperkuat melalui konsultasi, dialog, dan kemitraan yang konkret.

Pandangan serupa disampaikan Luis Alfonso de Alba, Presiden pertama Dewan HAM PBB. Ia mengenang masa-masa awal pembentukan Dewan HAM yang diwarnai perbedaan pandangan antarnegara serta konflik di Gaza dan Lebanon yang memengaruhi proses pencarian konsensus.

Dua puluh tahun kemudian, tantangan geopolitik tersebut masih membayangi dan bahkan semakin kompleks. Sekretaris Jenderal PBB mengingatkan bahwa hak asasi manusia saat ini menghadapi ancaman yang semakin sistematis.

Pelapor Khusus PBB, Rasheeda Nasheed, turut menyoroti tekanan yang semakin besar terhadap mekanisme pelapor khusus dan ruang gerak masyarakat sipil dalam menyampaikan berbagai keprihatinan terkait HAM.

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *