Kolaborasi Pemerintah, Bisnis, dan Riset Jadi Kunci Kebijakan Pro-Bisnis Indonesia–Swiss

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London IGP Wira Kusuma memaparkan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global. Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital nasional, termasuk ekspansi QRIS di sejumlah negara Asia.

Salah satu bentuk kolaborasi konkret yang ditawarkan dalam forum tersebut datang dari Nongsa Digital Park di Batam. Chief Business Officer Nongsa Digital Park, Marco Bardelli, menawarkan program pelatihan tenaga kerja digital berstandar Swiss bagi perusahaan-perusahaan asal Swiss yang ingin berekspansi ke Indonesia.

“Adanya kepastian bahwa talenta tersebut dibentuk dengan standar Swiss memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan Swiss untuk mengambil langkah berani masuk ke pasar Indonesia. Penerapannya dapat mencakup sektor produksi maupun layanan berbasis fintech,” kata Marco.

Selain membahas pengembangan pusat data dan infrastruktur digital, forum juga mengangkat isu mengenai fintech, blockchain, masa depan layanan keuangan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendorong inovasi digital.

Ngurah Swajaya menambahkan, perkembangan pesat ekosistem digital Indonesia menjadikan saat ini sebagai momentum yang tepat bagi inovator kedua negara untuk membangun kemitraan.

Dibuka peluang kerja sama lanjutan pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan dari kedua negara. (Foto: Dok KBRI Bern)

“Peran AI diproyeksikan akan mendorong nilai ekonomi digital Indonesia hingga hampir US$180 miliar pada 2030. Ini menjadi waktu yang tepat bagi inovator Swiss dan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi,” ujarnya.

Ia menilai momentum 75 tahun hubungan diplomatik, ditambah posisi Indonesia dan Swiss dalam dinamika geopolitik teknologi global, membuka peluang terbentuknya kemitraan strategis yang mampu memperkuat kedaulatan digital kedua negara tanpa bergantung pada persaingan geopolitik.

Forum ditutup dengan sesi networking yang membuka peluang kerja sama lanjutan antara pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan dari kedua negara.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan KBRI Bern ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas promosi potensi ekonomi Indonesia sekaligus mempererat hubungan bisnis Indonesia, Swiss, dan Liechtenstein.***

Sumber: Siaran Pers KBRI Bern

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *