Penulis: Rieska Wulandari
PADA usia ketika sebagian besar anak masih menikmati liburan sekolah, Chiara Dominique Barutu justru sedang berjuang, menyiapkan diri untuk menghadapi salah satu kompetisi STEM paling bergengsi di dunia.
Gadis 11 tahun itu membawa Merah Putih ke Roma, Italia, untuk bersaing dengan ribuan pelajar terbaik dari 153 negara.
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah tentang disiplin, ketekunan, dan peran luar biasa kedua orang tuanya yang telah menjadi guru pertama sejak Chiara berusia lima tahun.
Siswi yang akan memasuki bangku SMP ini dipercaya mewakili Indonesia pada Grand Final International STEM Olympiad 2026, yang berlangsung di Roma, pada 2–8 Juli 2026.
Keberhasilan Chiara bukanlah dadakan. Di balik kecintaannya pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), terdapat peran besar kedua orangtuanya yang sejak awal menjadi guru pertama dalam perjalanan belajarnya.
Ditempa Sejak Usia 5 Tahun
Bakat Chiara mulai diasah sejak usia 5 tahun. Sang ayah, Christhophorus Barutu, bersama ibundanya, dr. Laurentia, secara konsisten mendampingi dan membimbing putrinya belajar secara mandiri di rumah.
Pola pendidikan yang disiplin namun penuh dukungan itu menjadi fondasi kuat bagi perkembangan kemampuan akademiknya.
Hasilnya tidak mengecewakan. Chiara berhasil melewati berbagai tahapan seleksi International STEM Olympiad, mulai dari babak kualifikasi daring hingga final daring pada Februari 2026.
Seluruh proses tersebut membawanya meraih golden ticket untuk tampil di babak Grand Final di Roma pada kategori Grade 6.
Pengalaman Internasional
Selain dukungan keluarga, pengalaman tinggal di berbagai negara turut membentuk karakter dan wawasan Chiara.
Ia menghabiskan sebagian masa kecilnya di Kanada, ketika sang ayah bertugas sebagai Atase Perdagangan RI di Ottawa pada 2015.
Beberapa tahun kemudian, Chiara melanjutkan pendidikan di Australia, saat ayahnya menjabat sebagai Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney pada 2022.
Setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, Chiara dan keluarganya kembali menetap di Indonesia pada 1 April 2026.

