Selama berada di Australia, ia mengikuti program pembelajaran dari salah satu sekolah homeschooling di Jakarta untuk jenjang kelas VI.
Kini, Chiara telah diterima sebagai siswa baru di SMP BPK Penabur Summarecon Bekasi, dan akan memulai tahun ajaran barunya pada Juli 2026.
Kendati tengah menjalani masa transisi dari SD ke SMP, fokus Chiara tidak sampai terganggu. Pada 30 Juni 2026, ia dijadwalkan ke Italia untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional tersebut.
Lawan Peserta dari 153 Negara
Di Roma, Chiara akan bersaing dengan para pelajar terbaik dari 153 negara. International STEM Olympiad 2026 diikuti lebih dari 38.000 peserta dari seluruh dunia.
Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik melalui ujian tertulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah nyata melalui STEM Maker Challenge.
Rangkaian kompetisi akan ditutup dengan Award Ceremony yang digelar di Auditorium Conciliazione, Vatikan, pada 7 Juli 2026.
Rekam Jejak Prestasi
Keikutsertaan Chiara di ajang dunia bukanlah pengalaman pertamanya dalam kompetisi internasional.
Pada 2025, ia berhasil menjadi Juara 1 Top Scorer Olimpiade Digital Technology di Australia.
Di tahun yang sama, Chiara juga meraih medali perunggu pada kejuaraan dunia bidang sains berbasis daring yang diselenggarakan dari Singapura dan diikuti sekitar 4.000 peserta.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk bersaing di level global.
Perjalanan Chiara Dominique Barutu menunjukkan bahwa keberhasilan seorang anak lahir dari perpaduan antara ketekunan, kesempatan belajar, dan dukungan keluarga yang konsisten.
Kini, harapan besar tertuju pada siswi 11 tahun itu saat membawa Merah Putih berkibar di panggung International STEM Olympiad 2026.
Dukungan masyarakat Indonesia diharapkan menjadi penyemangat bagi Chiara untuk memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.***

